Halaman

Sabtu, 28 September 2013

We all deserve better(in every aspect of live:))

We all deserve betterJ
Berangkat dari kesalah pahaman dari seorang teman yang memeberikan arti yang berbeda dari ucapan saya, sepertinya begitu.
For me, life is not just about love. Ada begitu banyak hal menarik lain yang ada dalam hidup, me, my self juga adalah sebuah misteri besar bagi saya, I don’t even know why and how I have to pass my life day by day. Ada begitu banyak hal yang menarik dan juga miris dalam hidup (based on my view lho ya, not yours..:D). Kita diberikan begitu banyak pilihan oleh Tuhan untuk menjalani hidup seperti apa, and for me pilihan-pilihan itu gak selalu sama dengan pilihan-pilihan yang diambil oleh orang lain, seperti menjalani hidup dengan fase anak-anak,remaja, dewasa, kuliah, kerja, menikah, then have a child and blab la bla….its an amazing life. But, ada juga pilihan-pilihan lain dalam hidup yang gak selalu sama dengan yang sudah ada, dan bukan berarti pilihan yang tidak sama dengan orang kebanyakan adalah pilihan yang salah. We have a right to choose the life that we want, as long as its not disturb anyone elseJ
And my friend stuck to interpret my words only on love side. Love here means pasangan manusia between male and female, men and women, and boy and girl. I think it too short to think love is just for a different gender. Love is also to the Creator and between human it self, misalnya pada kedua orang tua, yang justru sangat kuat dan murni “an unconditional love” yang diberikan sejak lahir tanpa ada akhirnya. And I think all the things that we do always based on love, ketika kita melakukan hal-hal baik dengan hati yang ikhlas.Ich wow…J
And how I face my life now? *gak penting banget yak pertanyaan iniJ
Life one day at a time, that how I face my life now. “as long as there’s a job to do and a man to do I am fine”… sangar yak sodara-sodara, but its not my words ya, itu petikan kalimat dari novel yang uda saya baca, hehe…and I think its true (for me). Karena terlalu banyak mengalami keberhasilan yang tertunda, maka ada saatnya dimana kita berhenti dan merenungi apa yang sudah kita punya, dan mulai untuk mensyukuri apa yang sudah ada pada hidup kita, bukan terus mengejar apa yang kita tidak punya. Somehow, we do not get what we want, not because we do not deserve it BUT because we deserve more. Jadi I believe I deserve more on the right time, when all the things that I want will be replace as the things that I need and make me feel happy. Always be grateful lah gitu….
Hidup yang penuh dengan cinta yang ikhlas itu damai banget yak,,, ketawa sama anak-anak kecil when every simple things is a happiness :D ketimbang ketemu orang alay yang galau and semaunya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas didengar maupun dibaca…hidup terlalu singkat untuk bertemu dan bersama dengan orang berpikiran sempit. J so be open minded lah ya….
Closing apaan ini yak, kagak ada nyambung-nyambungnya…:D dan tidak nyambung dengan judulnya….yaellaaah:D



Kamis, 12 September 2013

There is a time to Give Up

W
aktu keluar dari ruangan itu, rasa-rasanya kayak ada bekas tombak yang nusuk terus langsung “jleb” tembus ke punggung gue. I have no word to describe how mean their words to me. Gue gak marah, cuma terluka. Yang gue pikirin pada saat itu adalah “separah-parahnya gue pengen ngeraih suatu hal, gak harus sampe gue dipermalukan kan ya”. Jadilah, gue jalan pulang sambil nge-rearrange mood karna ada kuliah lagi. Karena uda janjian sama My besties buat ketemu di suatu kelas makanya gue lebih memilih mencoba buat keep sober  daripada langsung pulang terus tidur dan berharap pas gue bangun lagi gue uda lupa semua kejadian tadi siang. But not, gue malah duduk manyun dengan labil di depen seorang teman lama yang ngabisin kue yang gue bawa, dan ketemu sama si besties gue dan cerita bagaimana tombak itu nembus punggung gue. Sakit.
Sebenernya sih, kalo dipikir-pikir lagi gak ada hal yang terlalu berlebihan sampe gue harus nangis-nangis. Gila aja ya, uda umur 20 masih mau nangis. Hehe…
Its about the things that you want to give to the person yang lu sayang banget dalam hidup lu”
Gue sengaja gak ngasi tau dua kesempatan yang uda gue pegang, alasannya:
1. Kalo gue gagal gue gak perlu cerita, dan menganggap gak pernah terjadi apa-apa
2. Gak bikin dia berharap lebih dan akhirnya kecewa
3. I wanna make a surprise bibeh!
Dan dua kesempatan itu pun terlewat sia-sia tepat di titik terakhir gue mencapai puncaknya. Sedih banget kan yak sodara-sodara…
Yang akhirnya gue sadari adalah…
There is a time to Give Up, ternyata emang ada waktunya untuk kita berhenti dan gak berlari lagi, yak, berhenti. Stop. Diem…”
Sorry for the surprise yang gak pernah benar-benar jadi surprisebut, I hope setidaknya niat gue untuk membahagiakan dia di denger yak oleh Tuhan, jadi somehow and someday and some some apalah gitu bisa terwujud dalam bentuk yang lebih indah.
Gue bisa kok hidup tanpa hal itu, I know it very well. Someday gue deh yang ngasi orang-orang apa yang gak bisa gue dapet sampe hari ini,hihi…Gue bakal move on (cieeee move on!) dan nyari jalan lain yang gue bisa berikan buat dia , , ,
*Ini bener-bener curhatan bibeh-___-, bukan spirit article yang gue ajum-ajum itu . . .
Tapi rasanya lega “Yup,,,ada saatnya buat berhenti, dan itu adalah sekarang….” Dan memulai yang baru,,,brand new day lah gitu,,,,