Halaman

Jumat, 06 Desember 2013

Hard to Say "Sorry"


For some of us, mungkin berani mengatakan kata maaf adalah hal terberat, sebagian mungkin tidak. Bahkan di salah satu radio (forget the name) ada acara khusus untuk minta maaf kepada orang yang mungkin saja tidak terucapkan, entah karena malu, sungkan, atau bahkan takut. The things that make it hard to say “sorry”.
Sometime, there is no idea to say “sorry” bukan karena terlalu sombong atau merasa benar, tapi karena merasa tidak ada alasan untuk mengatakan kata maaf berdasarkan “Rasional Subjektif seseorang” meskipun both of them are waiting to hear one of them to say “sorry”. 
A few days ago, just shared and talked with my friend about how hard to make a deal with amount of people,  jangankan banyak orang menyatukan pikiran dan pendapat dengan satu orang saja sangat sulit. Apalagi if you really think you can’t accept someone idea to bland with you. Karena setiap orang memiliki rasionalitas terhadap yang baik dan benar atau sebaliknya berbeda-beda, apa yang benar menurut orang lain bisa jadi tidak benar menurut seseorang lainnya and vice versa.
These kind of thing sering sekali saya temui, terutama di saat mengikuti perkuliahan yang bersistem diskusi, pemateri yang menerangkan materi ingin menerangkan “A” tapi bisa jadi yang diterima oleh audience adalah “B” atau “C” atau “A-“ dan sebagainya, but disinilah peran sebuah diskusi dimana tidak perlu ada adu argument untuk menemukan mana yang kalah dan yang menang melainkan bersama-sama menuju kesepakatan akan mana yang benar and vice versa.
Atau hal yang sebaliknya terjadi adalah sebuah perdebatan. Yesterday, FMIPA UB held an open debate, (sayangnya hanya bisa menyaksikan di akhir saja karena ada kuliah…L) debate ini antara pasangan calon presiden and wakil presiden untuk BEM FMIPA UB 2014. Disini tidak ada kata sepakat akan mana yang benar dan salah, melainkan menunjukkan mana yang memiliki pendapat atau argument atau rencana atau apalah yang berhubungan dengan debate tersebut yang terkuat dan kesimpulan hanya dapat ditarik oleh para audience yang mengikuti debate, which one is the best.

What make discussion and debate make sense in the topic of “Hard to say Sorry”?
For me, someone hard to say “sorry”  adalah karena Rasional subjektif mereka berkata bahwa “I do not have any reason to say “sorry” “ tapi disisi lain mungkin orang yang merasa berhak untuk dimintai maaf berkata “you should say sorry” berdasarkan rasional subjektif dia. I believe everyone who read it pernah terjebak dalam sebuah percakapan dengan orang lain (maybe between two close person) yang bisa dibilang sebuah “debate” dimana keduanya saling adu argument akan kebenaran menurut mereka sendiri-sendiri walaupun ini bukan ajang pemilihan presiden dan wakil presiden. Because there is no general logic work, and no discussion , cuma ego masing-masing yang ingin memenangkan rasional mereka sendiri-sendiri.
If both of them kembali berfikir ulang, tidak ada yang ingin menyakiti dan disakiti, setiap orang ingin menjadi orang yang baik pastinya. Hanya saja mungkin dalam perjalanannya tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan yang mereka harapakan, when logic stop and emotions start everything kinda blur and grey, , , and here kita hilang tanpa tau siapa yang benar dan salah sebenarnya.
We are human, yang ku tahu bahwa setiap saat setiap kesempatan yang kita lakukan adalah berusaha untuk mencari kebenaran tentang diri kita sendiri, bukan begitu?

So, in this very great moment J
Mungkin ada yang pernah terlibat a very hard conversation with me, here I realize that maybe I am the one who really wrong and stuck on my own “subjective rationality” and just trying to make may self in the right side. I am sorry if I have say impolite words and hurt everybody’s heart. J


4 komentar:

  1. I'm sorry if I say things that might piss you off. I'm sorry if you don't wanna talk to me as much as I wanna talk to you. I'm sorry if I think about you too much and too often. I'm sorry if I say things I don't really mean. I'm sorry if I tell you about my pointless drama when you don't really care. I'm sorry if I come off as being annoying, but it's just me missing you.

    BalasHapus
  2. You dont have too. I should say so. I'm sorry for every single words that hurt you, for every single promises that couldn't be proven yet, and for everything that might you think I'm not good as you thought. Sorry.

    BalasHapus
  3. never mind, i have forgotten it all...

    BalasHapus